Berbuat baik dengan berbagai sedekah dan infaq yg tulus lillaahi wa billahi adalah kemuliaan. Namun berbuat baik dg dalih selain utk mencari ridho Allah (mardhotillah) baik secara terang-terangan atau tersamar (tersembunyi) perlu kewaspadaan dan pertimbangan baik bagi yg bersedekah dan yg menerima sedekah karena Allah berfirman: "Innallaaha aliimun bidzaati ashshudhuur = Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati" Apalagi jika kebaikan itu mengikat kita pada suatu komitmen atau keharusan yang justru berseberangan dangan akidah dan muamalah bahkan fanatisme yg tidak berdasar pada kebenaran.
Saturday, August 10, 2013
Wednesday, July 10, 2013
Jangan Pelit Kepada Diri Sendiri dan Keluarga
Jangan pelit kepad diri sendiri dan keluarga sendiri sementara kita berkelapangan. Orang bisa dermawan kpd orang lain namun belum tentu bisa dermawan kpd diri sendiri. Sampai sampai menikmati makanan dan berbagai kenikmatan Allah untuk diri dan keluarga saja tidak mau mengeluarkannya. Allah berfirman: "Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits = Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (Maksudnya tunjukkanlah sebagai syiar nikmat yag Telah Allah berikan kpdmu dg jangan pelit kpd diri dan klg sendiri dan juga kpd orang lain).
Monday, June 10, 2013
Jangan Mengumpat
Bukan hanya mengumpat orang lain yg dilarang mengumpat diri pun dilarang dalam agama. Janganlah ketika kita lupa sesuatu lalu kita mengumpat diri sendiri dg kata-kata (misalnya): "Dasar pikun saya ini" atau "Pikun banget saya ini" atau "dasar otak gua sudah dedel" apalagi sambil memukul kepala atau jidad sendiri. Yang benar adalah jika lupa ucapkan "astaghfirullah, innallaha laa yanaamu walaa yashu = ampun yaa Allah sesungguh Allah Maha tidak tidur dan Maha tidak pelupa". Justru kita malah memohon kpd-NYA: "Yaa Allah lindungilah aku dari sifat pelupa yang membawa musibah dan kerusakan diri dan orang lain". Bukannya malah mendoakan diri dg mengumpat diri sendiri. Allah yang menciptakan kita saja mengampuni kealpaan/lupa ketika puasa atau sholat atau yg lain. Terlalu gegabah kalau kita malah mengumpat diri padahal tidak bisa menciptakan diri kita sendiri.
(Sumber: Kudang Boro Seminar)
Wednesday, May 1, 2013
Seseorang Yang Bergantung Dengan Meminta-minta
Mengejutkan para peminta-minta (pengemis) digaji Rp 1,2 juta tidak mau malah minta Rp10jt dan ternyata orang yg lebih dari cukup ternyata masih mencintai profesinya sbg peminta-minta. Ini memprihatinkan sekali karena menyangkut kerendahan akhlak, mental dan harga diri. Bahkan dia menjadi abdul dinar (hambanya uang) sehingga lebih merasa bahagia dengan minta-minta daripada berkeringat dg harga diri yg terhormat di mata Allah dan di mata manusia. Padahal Rasulullah s.a.w bersabda: "seseorang yang bergantung dengan minta-minta, maka badan dan kepalanya (wajah) nya akan dibangkitkan hanya tengkorak tanpa daging".
Thursday, April 11, 2013
Dua Kemungkinan Hati Manusia
Hati manusia hanya diisi oleh dua kemungkinan (1) ikatan kepada Allah (Dzikir Ilallah) (2) hasutan syaiton (hamazatiin syasyayathiina). Keduanya saling menolak dan saling menyerang. Jika penghuni hati yg pertama lebih kuat dari penghuni hati yang kedua maka manusia tsb masih bisa selamat dari hasutan syaitan. Sebaliknya jika penghuni hati kedua lebih kuat dari penghuni hati yang pertama manusia tsb bisa celaka dg banyak mudharat. Jika hati hanya dihuni oleh yg kedua itulah hati yg tertutup, yang tidak mungkin bisa disentuh oleh bisikan kebaikan yang kecil atau yg besar sekalipun. JIka hatinya hanya dihuni oleh penghuni pertama itulah manusia berakhlak sempurna, dan itu tidak ada kecuali Nabi Muhammad s.a.w yang hatinya sudah dibersihkan oleh Allah SWT.
Subscribe to:
Posts (Atom)
