Sunday, June 29, 2014

Menemui Pembimbing Ketiga Dr. Nugraha Edi Suyatma, STP, DEA

Alhamdulillah setelah sehari sebelumnya bimbingan bersama pembimbing satu Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc (tanggal 26 Juni 2014) saya diarahkan untuk menambahkan salah seorang dosen yang benar-benar pakar dibidang pengemasan (packaging). Pengemasan disini lebih kepada pengemasan daging pascapanen dengan pilosofi tujuan dari pengemasan adalah untuk mempertahankan kesegaran daging sampai kepada pihak konsumen. Penambahan pembimbing ketiga ini disarankan oleh pembimbing pertama karena dalam penelitian saya memang harus ada orang yang benar-benar pakar dibidang pengemasan tersebut. Karena jika yang menjadi pembimbing bukan orang yang benar-benar ahli dibidangnya, niscaya hasil yang ditelitipun tidak akan maksimal.


Setelah saya selesai melakukan konsultasi dengan pembimbing pertama, sayapun langsung bergegas mencari nomor kontak bapak Dr. Nugraha Edi Suyatma, STP, DEA yang merupakan salah seorang dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Institut Pertanian Bogor (Dramaga) melalui kantor departemen fakultas tersebut yang berada satu lantai di bawah ruangan dosen pembimbing pertama saya. Dengan tidak memakan waktu lama, sayapun mendapatkan nomor kontak dari salah satu staf departemen dan langsung mengarahkan saya ke kantor dimana tempat Pak Nugraha berada. Rupanya kantor beliau berada dua lantai di atas departemen dimana saya mencari informasi kontak beliau.

Setelah kontak (Nomor HP/Telepon dan alamat rumah) dicatat, sayapun langsung mengarah ke kantor beliau, sempat ragu-ragu untuk mencari tepatnya kantor beliau berada, namun dengan keramahan dan arahan dari salah satu staf yang bekerja di departemen tersebut, saya akhirnya menemukan ruangan beliau, dan rupanya beliau sedang tidak berada di tempat. 

Melihat kondisi ini, saya langsung melakukan kontak melalui SMS kepada beliau dengan menggunakan nomor kontak yang terlebih dahulu telah saya dapatkan. Pesanpun dikirim dan tidak lama kemudian saya langsung mendapatkan balasan yang isinya mengabarkan bahwa beliau masih berada di kota Surabaya dan akan kembali besok. Beliau juga memberikan jadwal ketemu untuk konsultasi bimbingan pada pukul 14:00 WIB di ruangannya.

Keesokan harinya, sayapun menepati janji tersebut dengan datang sebelum pukul 14:00 WIB. Dengan langkah yang pasti dan optimisme yang tinggi, saya langsung menuju ke ruang calon dosen pembimbing ketiga tanpa ragu-ragu. Tepat di depan ruangan beliau, saya melihat ada salah seorang pemuda bersosok tinggi berkacamata yang baru saja keluar dari ruangan dimana tempat calon dosen pembimbing ketiga saya berada. Hati sudah mulai yakin kalau hari ini saya akan berhasil menemui beliau yang ditandai dengan keluarnya seorang mahasiswa tersebut dari ruangan yang menjadi target saya, hal ini juga memastikan bahwa ruangan beliau tidak dalam kondisi terkunci atau tertutup seperti pada kedatangan saya dihari sebelumnya.

Namun, walaupun prediksi saya beliau pasti berada di dalam ruangan, saya tetap harus konsisten dengan janji yang telah disepakati, yakni ketemuan tepat pada pukul 14:00 WIB, sayapun duduk tepat di depan ruangan beliau untuk menunggu sampai tepat pada pukul 14:00 WIB. Sebelum tepat pukul 14:00 WIB tiba, ada salah seorang pemuda hampir sebaya dengan saya datang dengan gerak-gerik yang juga memiliki tujuan yang sepertinya hampir sama dengan saya, yakni mencari Pak Nugraha untuk melakukan konsultasi dan mengusulkan agar Pak Nugraha dapat menjadi dosen pembimbing dalam penelitian yang akan dilakukan. Rupanya mahasiswa tersebut. Rupanya pemuda tersebut satu angkatan masuk dengan saya namun berbeda jurusan dan merupakan alumni (S1) dari kampus IPB sendiri. Dan rupanya mahasiswa tersebut memang benar seperti apa yang telah saya duga, ingin menemui Pak Nugraha dan ingin konsultasi mengenai tesis.


Dengan keyakinan dan sedikit keberanian setelah memiliki teman untuk masuk ke dalam ruangan Pak Nugraha, kami pun mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan mendapatkan beliau sedang tepat berada diruangan kerjanya. Dengan muka yang masih asing dan dengan mimik wajah yang masih penuh dengan rasa penasaran kamipun langsung memperkenalkan diri kepada beliau dan kemudian kami langsung dipersilahkan duduk di ruang penerimaan tamu. Sungguh saya tidak menduga, kami disambut dengan kesopanan dan keramahan yang dimiliki oleh Bapak Nugraha dalam menerima kedatangan kami.

Singkat cerita, saya mendapat giliran pertama untuk memaparkan apa yang menjadi tujuan saya bertemu dengan beliau. Sebelumnya saya melakukan perkenalan diri kalau saya berasal dari mahasiswa yang berbeda jurusan dan bidang keahlian dengan pak Nugraha serta dengan niat untuk melakukan penelitian mengenai bidang ilmu yang terkait dengan beliau yakni mengenai pengemasan daging. Berbagai pertanyaan dan jawaban serta penjelasan-penjelasan singkat yang meyakinkan untuk dapat lebih memperjelas inti permasalahan yang akan dikerjakan dalam penelitian saya, dan akhirnya banyak masukan yang saya terima dari beliau seputar langkah awal apa yang harus saya kerjakan. Diakhiri dengan tanda tangan beliau sebagai pembimbing ketiga saya, sayapun bersiap untuk menerima bimbingan yang beliau arahkan agar mencapai hasil penelitian yang maksimal.


Ya... kira-kira itulah cerita saya mengenai perjumpaan perdana saya dengan dosen pembimbing ketiga. Bagi saya, hal ini merupakan sejarah baru bagi saya dalam dunia pendidikan yang sedang saya kecapi. Dan mudah-mudahan dengan langkah awal ini dapat menentukan arah yang lebih baik dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban saya sebagai mahasiswa S2 di kampus IPB tercinta. Dan satu lagi, semoga penelitian saya dalam selesai dalam waktu yang singkat dan dengan kualitas penelitian yang baik. Selamat menunggu cerita dan pengalaman saya berikutnya... (26 Juni 2014 - Bimbingan pertama dengan pak Nugraha)

Comments :

0 Comments to “Menemui Pembimbing Ketiga Dr. Nugraha Edi Suyatma, STP, DEA”

 

Copyright © 2014 by Tengku Khairil Ahsyar