Wednesday, May 14, 2014

Fenomena Cangkir Terbang Labschool

Biasanya dimana-mana yang paling sering kita dengar di TV-TV atau diberita-berita lainnya adalah kejadian fenomena mengenai Piring Terbang. Kali ini ada kejadian yang lebih fenomena lagi, malahan lebih fenomena dari acara talkshow Bukan Empat Mata yang sering di siarkan di Trans 7. Mau tau ceritanya seperti apa? dijamin menarik, dan anda harus membaca artikel ini sampai selesai. Kalau masih belum jelas ceritanya, silahkan diulangi lagi bacanya. Let's goooo...!!!


Biasanya kalau lagi kepengen minum teh atau kopi hangat tinggal panggil, tinggal teriak, tinggal bilang, tinggal suruh, tinggal telepon dan tinggal pesan saja, itupun masih mendingan. Parahnya, CANGKIR MELAYANG ke udara dan jatuh kelantai. Klentang... klenting... klentong... deeerrrrr, jatuh kelantai memberikan isyarat kepada orang yang akan membuatnya berisi dengan air teh atau kopi hangat sesuai dengan keinginan yang melempar (sebut saja orang yang melempar cangkirnya adalah "tersangka", sedangkan orang yang memungut cangkir dari lantai dan membuatnya berisi dengan air teh atau kopi hangat adalah "korban" nya). Apesnya lagi bagi para korban, cangkir yang dilempar kadang kala masih dalam kondisi kotor dan harus di cuci terlebih dahulu sebelum dibuatkan air teh atau kopi hangat untuk para tersangka (jadi nambah kerjaan lagi bagi korbannya). 

Itu dulu... dan tidak akan pernah terjadi lagi dengan orang dan dengan waktu yang sama. Entahlah kalau Yang Di Atas mengizinkan untuk ketemu lagi dengan orang-orangnya (orang-orangnya=jamak, artinya lebih dari satu orang korbannya, hee...). Namun, sesadis apapun metode para tersangka, korbannya tidak pernah terlalu menunjukkan rasa dongkol yang ada di dalam hatinya, mungkin karena terpaksa atau takut sama tersangkanya atau gimanalah gitu...!@#$%^&&* , Menurut hasil survey yang tidak tau kebenarannya, tidak sedikit para korban yang mendongkol dalam hatinya pada saat kejadian berlangsung. Sedangkan para saksi-saksi yang berada disekitar TKP menjadikan tontonan gratis yang sangat menghibur, walaupun sesaat. (yang penulis cemaskan disini, jangan-jangan kejadian ini sudah menjadi tradisi sampai saat sekarang ini...)

Kalau ditelaah dari cerita di atas, kedengarannya seperti cerita orang-orang sombong. Padahal disini ga' ada istilah sombong atau angkuh, apalagi ingin menjatuhkan harkat dan martabat orang lain. Yang ada hanyalah keakraban antara seorang kakak dengan seorang adeknya. Rasa senang antara orang yang menyuruh dan orang yang disuruh dan senang rasanya kalau bisa menyuruh mereka-mereka lagi, yang pastinya dengan niat bukan ingin menjadikan mereka sebagai pembantu apalagi TKI. Cuma permasalahannya, apakah besok-besok mereka ingin disuruh lagi ketika suatu saat mereka jalan-jalan lagi ke TKP ? hhhmmm... entahlah. Jangan-jangan kalau mereka sudah menjadi orang sukses ga' ingat lagi sama tersangka yang sering nyuruh-nyuruh dulu, mungkin sifat si tersangkanya bukan hanya suka nyuruh korbannya saja, melainkan suka bawel, pemarah, suka menghukum, suka nyoret-nyoret muka, suka nyuruh jalan jongkok, pokoknya suka-suka dia ajalah. Yang jelas kita lihat saja, apakah si korban trauma untuk berkunjung ke TKP di suatu saat nanti ? atau malahan merindukan TKP ? minimal untuk bisa melihat para tersangka-tersangkanya dan mungkin untuk mengingat pengalaman dimasa lalu yang tragis yang pernah mereka alami sebagai pengalaman berharga. Kita lihat saja langsung kejadiannya ke Teee Kaaa Peee (kata Parto OVJ)....

Pesan saya kepada pembaca, jangan pernah meniru adegan-adegan dan pengalaman-pengalaman ini dirumah atau dimanapun, apalagi sama orang yang lebih tua dari anda! Bisa-bisa membahayakan pahala anda. Cerita di atas, hanya sekedar curhatan cerita dimasa lalu saja, semuanya tergantung dari penilaian si pembaca mengenai baik atau buruknya. Saran saya, silahkan diambil yang baiknya saja dan tinggalkan diblog ini yang buruknya serta jangan pernah menceritakan lagi cerita dan kejadian ini kepada orang lain. 

Satu lagi, bagi yang tidak mengerti dengan isi dan maksud dari cerita yang ada dalam postingan ini, silahkan cari author atau para tersangkanya dan diwawancarai saja! Dijamin ceritanya seru abis... @ayelatlabshoolpku

Seri selanjutnya (Insy) "Galon Terbang"

Comments :

5 Comments to “Fenomena Cangkir Terbang Labschool”

Eka Soepadmo said...
on 

saya termasuk yang ngga ngerti dari cerita diatas, aneh gitu?

Tengku Khairil Ahsyar said...
on 

Maaf pak,, memang cerita ini sangat membingungkan bagi yg tidak mengalaminya. Namun teman-teman saya yang mengalaminya (dilingkungan labschool) pasti tersenyum dengan cerita ini, apalagi adek-adek saya... he.. anggap saja cuma cerita yang ga' nyambung pak... # hanya mengingat masa silam saya bersama adek-adek dan teman-teman lainnya

Anonymous said...
on 

saya bakar tkpnya nanti kak hehehe


Rachfika Rizki said...
on 

Ceritanya kakak lagi kangen sama kami ni..ciyee ciyee :D
Kalau kami malah memilih untuk merindukan TKP kak, kangen dengan masa masa itu :')

ilmu teknologi said...
on 

Masa lalu mengingat kan kita kak dengan keseruan

 

Copyright © 2014 by Tengku Khairil Ahsyar