Friday, September 19, 2008

Kenangan Indah

SUNGGUH indah kenangan kita kaum muslimin pada bulan Ramadan. Kitab kita yang agung Al Quran diturunkan pada bulan Ramadan. “Bulan Ramadan, ialah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi mausia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.”(QS Al-Baqarah: 185).

Kitab suci kita diturunkan pada bulan Ramadan, kenangannya adalah kenangan terindah, hari-harinya abadi sepanjang zaman. Alquran yang mulia diturunkan kepada umat yang ummi, untuk mengeluarkannya - dengan izin Allah- dari kegelapan menuju cahaya.

Setiap Ramadan tiba, kita terkenang kembali akan pemberian agung ini dengan diturunkannya Alquran yang penuh hikmah kepada Rasul yang mulia. “Yang tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”(QS Fushshilat: 42)

Pada bulan Ramadan dengan izin Allah kita beroleh kemenangan dan mengalahkan kebatilan, kita usir kekufuran dalam perang Badar al Kubro. Islam mengalahkan kekufuran pada bulan Ramadan, “La Ilaha illa Allah, Muhammadun Rasullah,” berkibar tinggi pada bulan Ramadan. Kekufuran dipukul mundur pada bulan Ramadan (pada hari bertemunya dua pasukan).

Di antara kenangan kita pada bulan Ramadan adalah bahwa malaikat pembawa wahyu, Jibril, menurunkan wahyu kepada Rasul kita Muhammad Shallahu Alaihi wa Sallam pada bulan yang mulia ini, mengajarinya, menelaah bersama Rasullah ayat-ayat Allah yang nyata.

Mengokohkan hafalannya, mengkaji bersamanya hikmah-hikmah yang agung dan ayat-ayat yang mulia, kembali menunjukkan kitab ini kepadanya. Mereka berdua melaksanakan ibadah teragung, taqarrub yang paling mulia dan berada pada majelis yang terbaik.

Di antara kenangan kita pada bulan Ramadan ialah berkumpulnya generasi muslim pertama, yaitu sahabat yang melaksanakan salat tarawih. Mereka menyimak bacaannya. Mereka menyimak dengan khusyuk seraya menangis dan merenunginya.

Malam terasa panjang atas mereka, dan mereka memendekkannya dengan salat ibadah malam. Bila Anda lihat, air mata mereka mengalir dari pipi, kekhusyukan terpatri kokoh dalam hati dan mereka berada dalam keadaan berdiri, sujud, dan ruku.

Bila Anda lihat, air mata mereka mengalir deras, hela nafas meninggi, dan mereka menjerit ke hadapan Tuhan bumi dan langit. Bila Anda lihat, hati mereka merasa takut, kulit mereka merinding ketakutan, mata mereka basah ole airmata.

Di antara kenangan kita pada bulan Ramadan ialah bahwa ia bulan saat pintu-pintu surga dibukakan, pintu neraka dikunci, setan-setan dibelenggu. Inilah kenangan paling manis saat seorang mukmin merasakan bahwa ia diharamkan masuk neraka pada bulan yang mulia ini. Rayuan setan dijauhkan darinya pada hari-hari yang penuh berkah ini.

Kemudian, setiap orang yang berpuasa pada bulan ini mempunyai dua kegembiraan. Yaitu, bergembira saat berbuka, dan bergembira saat bertemu dengan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Setiap kali bulan ini datang menjenguk, kegembiraannya muncul kembali, jiwanya semakin bertambah cerah dan ceria bersama dengan kehadiran Ramadan.

Bulan ini adalah pembersih dosa antara ia dengan Ramadan sebelumnya, sebagaimana disabdakan Rasullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits sahih. Ia adalah bulan yang membawa ingatan yang mulia bagi setiap muslim saat ia tahu bahwa bulan ini menghapus segala dosa dan kesalahan yang ia perbuat.

Ya Allah, kembalillah Ramadan kepada kami pada hari-hari kami, pada tahun-tahun kami yang sepanjang dalam baju kebajikan, dan beri kami kesempatan untuk memperbarui taubat kami.(www.ujecentre.com)

Comments :

0 Comments to “Kenangan Indah”

 

Copyright © 2014 by Tengku Khairil Ahsyar